Jumat, 07 September 2012

DAKWAH : KHUTBAH NIKAH


DAKWAH : KHUTBAH NIKAH

Waktu ngawinkeun si Cikal meunangkan wanoja urang Padang, batur kuliahna, ari nu khutbah nikahna, si Cikal teh ngurihit : "Hoyong ku Bapa we, ulah ku nu sanes". kapaksa khutbah teh disusun basana campur, gado-gado malah, ngan sugan we teu jadi ngurangan eusi materi anu ditepikeun keur maranehanana, umumna atuh bisa keur para mustami jeung jamaah anu harita bisa hadir :

Bismillaahirahmaan nirrahiim
Assalamu ‘alaikum waramatullaahi wabarakaatuh.
Alhamdu lillahil ladzii arsala rasuulahu bil hudaa, wadiinil haq, liyudh hiraahu alladziini kullihi wakafaa billaahi syahidaa. Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu waraasuluhu laa nabiya ba’dah. Allaahumma shalli wasallim wabarik ‘alaa sayyidina muhammad, wa ‘alaa aalihi wa ash haa bihii wa manit taqa. Amma ba'du.
Qaalallaahu ta 'aala fii kitabiihil kariim.
A ‘uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim. Wa min aayaa tihii an khalaqa lakum min amfusikum az waa jaa, litas kunuu ilaihaa, wa ja ‘ala bainakum mawad dah, wa rahmah, inna fii dzaalika la aayaatil liqaumiy yatafak karuun.

Ibu bapak, hadirin sekalian rahimakumullah.
 
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Illahi Rabbi, yang telah menganugerahkan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua, terutama nikmat iman dan kesehatan sehingga pada sore hari ini, kita dapat berkumpul bersama, bersilaturahmi di masjid yang sama kita cintai, masjid Baitul Muttaqin ini. Shalawat serta salam semoga selamanya tercurah kepada jungjunan kita semua, Nabi Besar, Nabi Muhammad SAW, kepada para keluarganya, para shahabatnya dan kepada seluruh ahli baitnya yang setia, sampai di hari kiamat nanti.

Hadirin yang berbahagia.
Seperti di sampaikan tadi oleh Pa Odik, sebagai pengatur acara, bahwa saat ini, ketika kita berkumpul dimasjid ini, yaitu dalam rangka tasyakur bin ni'mah dari kami sekeluarga, sehubungan salah seorang anak laki-laki kami, yang sulung, bernama Adhitya Nugraha, akan menghadapi acara pernikahannya, dengan menyunting anak gadis dari daerah Propinsi Riau, yang bernama Fatma Yuni, nanti pada tanggal 08 April 2006.

Mengingat jauhnya tempat perkawinan anak kami ini, di daerah Pekanbaru sana, sehingga tidak mungkin bagi kami, untuk mengundang ibu-bapa sekalian agar dapat datang kesana, maka sengaja kami sekeluarga, mengadakan acara seperti ini di Masjid Baitul Muttaqin, disamping untuk memohon do'a restu dari ibu-bapak sekalian, atas perkawinan anak kami ini, juga karena memang tuntunan Nabi kita Yang Mulia, bahwa perkawinan itu, agar diumumkan kepada khalayak, wa bil khusus kepada seluruh jamaah di masjid, beserta sebagian warga di Komplek Perumahan Cibolerang Indah ini.
 

Ibu-bapak hadirin ikhwatul iman rahimakumullah.
Menghadapi perkawinan anak sulung kami ini, terus terang, merupakan pengalaman pertama bagi kami sekeluarga, namun dalam permulaan pengalaman ini, segudang keinginan dan segudang harapan dari kami sebagai orang tuanya, untuk memberikan pendidikan keagamaan, yang paling paripurna, bagi anak-anak kami, yang akan menghadapi hidup berumah tangga nanti.

Kalaupun materi ini kami tujukan khusus, sebagai pembekalan buat anak-anak kami, tetapi ada secercah harapan, semoga juga menjadikan suatu dakwah, buat kita ibu-bapak sekalian yang hadir saat ini.

Hadirin yang berbahagia, terutama Ananda berdua, Adiet dan ananda Yunni yang Bapak sayangi.
Seperti Luqmanul Hakim mendidik anaknya dalam Al Qur-an, pun Bapa saat ini, ingin mencontoh seperti beliau, dalam Surat Lukman ayat 13, 16, 17 dan 18 tertulis begini :

A'udzubillahi minasy syaithaanirrajiim, Wa idz qaala luqmaanu libnihii, wahuwa ya 'izhuhuu, yaa bunayya laa tusy rik billaahi, innasy syirka lazhulmun 'azhiim".

Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya : Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezhaliman yang besar.

Yaa bunayya innahaa in taku mitsqaala habbatim min khardalim fatakum fii shakh ratin au fissamaawaati au fil ardhi ya- ti bihallaah, innallaaha lathiifun khabiir.

Wahai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan membalasinya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

"Yaa bunayya aqimish shalaata wa-mur bil ma'ruufi wan ha 'anil mungkari wash bir, 'alaa maa ashaa baka, inna dzaalika min 'azmil umuur."

Wahai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan Allah.

"Walaa tusha' 'ir khad daka linnaasi walaa tamsyi fil ardhi marahaa, innallaaha laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuur."
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Ananda berdua. saat inipun Bapak ingin berwasiat kepada kalian berdua seperti itu, : "Janganlah kalian berdua mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah itu adalah benar-benar kezhaliman yang besar".

"Wahai anakku berdua, sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan membalasinya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui".

"Wahai anakku berdua, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kalian berdua. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan Allah".

"Dan janganlah kalian memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kalian berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri".

Hadirin rahimakumullah, terutama Ananda berdua, Adiet dan Ananda Yunni yang Bapa sayangi.
Kenapa Bapak ingin menyampaikan hal ini kepada kalian berdua pada saat ini ? Karena Bapak takut, nanti di akhirat, kalian sebagai anak Bapak yang Bapak cintai saat ini, justru kelak di akhirat kita anak dan bapak, malah menjadi orang yang saling membenci dan memusuhi, karena hal seperti ini, bisa saja terjadi, jika hubungan anak dan orang tuanya tidak berlandaskan ketaqwaan kepada Allah SWT, karena nanti mereka akan berseteru dihadapan Allah, mereka akan bermusuhan kelak di akhirat.
 

Seperti disitir dalam Surat Az Zuhruf ayat yang ke 67 : "A 'udzubillahi minasy syaithaanirrajiim, Al akhil laa -u yauma -idzim ba'dhuhum liba'dhin, 'aduwwun illal muttaqiin".

Orang-orang yang akrab saling kasih mengasihi, pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa.


Bapak tidak ingin, hari ini, kita yang sekarang saling mencintai dan menyayangi, kelak di akhirat justru menjadi musuh dan seteru. Malah harapan Bapak, nanti di akhirat, kita akan tetap menjadi sebuah keluarga yang tetap dimuliakan oleh Allah SWT. Amiin Yaa Allah Yaa Rabbal Alamiin.
 

Pada saat seperti inilah, Bapak ingin menyampaikan pendidikan keagamaan kepada kalian berdua, agar nanti, kelak di akhirat, tidak ada persaksian bahwa Bapak tidak pernah memberikan bimbingan kepada kalian berdua.

Ananda berdua, Adiet dan Ananda Yunni yang Bapak sayangi.
Seperti imam Ali Radiyallahu Anhu, ketika menikahi Siti Fatimah Az Zahra, beliau bukanlah seorang yang kaya raya, juga Nabi kita Muhammad SAW, ketika menikahi Siti Khadijah Al Qubra, beliau juga bukan seorang yang kaya raya. Dan saat ini, ketika engkau Yunni, dinikahi anak Bapak nanti, dinikahi oleh Adiet nanti, pun sama, anak Bapak bukanlah orang yang kaya, tapi dia punya cinta untuk dijadikan salah satu pintu, dalam beribadah kepada Allah SWT.

Karena cinta dua insan yang berbeda jenis, adalah cinta yang terjalin setelah akad nikah nanti, cinta kalian terhadap pasangan hidup yang sah nanti. bukan cinta ketika masa kalian berpacaran, bukan, bukan yang itu. Cinta kalian adalah cinta setelah selesai akad nikah nanti.

Ananda berdua, Adiet dan Ananda Yunni yang Bapak cintai.
Jika saatnya nanti engkau selesai ijab qabul, akan banyak orang bergumam mengucapkan do'a : "Barakallaahu laka wa baraka alaika, wa jama'a bainakuma fii khaiir".

Artinya do'a itu : Allaahumma Yaa Allah, Yaa Rabbana, Berkatilah pernikahan ini dan satukan mereka didalam kebaikan.

Tapi do'a itu saja tidak cukup, jika kalian berdua pun tidak berusaha untuk menuju kesana.
 

Ketika engkau berdua masih di pelaminan, akan banyak sanak keluarga yang datang, yang ingin mengucapkan selamat kepada kalian berdua, atau paling tidak mengucapkan do'a yang tadi.

Tetapi sering Bapak lihat, yang terjadi di sebuah pesta pernikahan itu, kedua mempelai itu kadang-kala meninggalkan pelaminan sebentar untuk ganti baju, meninggalkan orang yang akan berdo'a, sehingga sering para undangan yang datang, menunggu mempelai selesai ganti baju.
 

Nah khusus buat kalian berdua, Bapak tidak akan bangga, jika nanti kalian beristirahat dari pelaminan, ketika orang-orang ingin mengucapkan selamat dan do'a kepada kalian, justru kalian hanya sedang ganti pakaian.

Bukan itu yang menjadi kebanggaan, tetapi Bapak akan bahagia jika ada undangan yang menunggu kalian untuk mengucapkan selamat dan do'a, justru apabila kalian sedang shalat.

Jadi ketika para undangan menunggu kalian di tengah pesta itu, tidak ada lagi dialog seperti ini :
"Kemana mempelainya tidak ada di tempat ?"
"Tunggu sebentar Pak, mempelainya sedang ganti baju"
Camkanlah, dan ingat-ingatlah jangan ada lagi dialog seperti itu.
Tapi jika mampu gantilah dialog itu menjadi begini :
"Kemana mempelainya tidak ada di tempat ?"
"Tunggu sebentar Pak, mempelainya sedang shalat dulu".
 
Dialog seperti itu yang mungkin akan menjadi Bapak bahagia. Seperti didikan Lukmanul Hakim tadi, dirikanlah shalat anakku berdua.
Ananda berdua, Adiet dan Ananda Yunni yang Bapak sayangi, hadirin sekalian rahimakumullah.
Setelah selesai walimatul urusy, setelah selesai pesta pernikahan kalian nanti, khusus kepadamu Adiet, karena engkau sudah menjadi suami, karena engkau sudah menjadi imam di keluargamu nanti, dan orang pertama yang menjadi ma'mum, adalah istrimu, sebelum shalat Maghrib tiba, bimbinglah istrimu, untuk membaca Basmallah, dengan segenap penghayatan akan ke Maha Rahmanan Alah, akan ke Maha Rahiman Allah, kau boleh pegang ubun-ubun istrimu, kau kecup ubun-ubun istrimu dengan penuh kasih sayang, sambil berdo'a, seperti yang diajarkan oleh nabi kita Muhammad SAW, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Ibnu Majah, Abu Daud dan Ibnu Sinni : "Allaahumma, inni as -aluka min khairihaa, wa khairi maa jabal tahaa, wa a 'udzubika min syarrihaa, wa syarri maa jabaltahaa".

Yaa Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan wataknya. Dan aku mohon perlindungan-Mu dari kejahatannya dan kejahatan wataknya.
 

Dan engkau Yunni, boleh meng-aminkan do'a yang dibisikkan oleh suamimu Adiet, pada saat itu.

Dan setelah itu, engkau Adiet boleh melanjutkan dengan do'a : "Baarakaallaahu likulli waahidin minna shaahibihi.
 
Semoga Allah membarakahi masing-masing diantara teman hidupnya.

Selesai kalian berdo'a seperti itu, lalu kau ajak istrimu untuk mengambil air wudhu, dan laksanakanlah shalat Maghrib berjamaah berdua, kini engkau pertama kalinya menjadi imam di keluargamu, dan anggota keluarga yang paling awal adalah istrimu, setelah shalat Maghrib berdua berjamah, boleh kau membaca dzikir, boleh kau dirikan shalat sunat ba'diyah, boleh kau membaca wiridz dan do'a, tapi nanti menjelang Isya, kau ajak lagi istrimu untuk shalat sunat mutlak bersama, sebagaimana dilakukan para salafush shalih, agar pernikahan kalian itu penuh barakah.
 

Selesai shalat sunat mutlak ini kau baca do'a lagi seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, dalam hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Mas'ud, seperti ini :

"Allaahumma ijma' bainana, maa jama'ta bi khaiir, wa farriq bainana idzaa farraqtaa ilaa khaiir".

Alaahumaa Yaa Allah, berkatilah bagiku dalam keluargaku, dan berilah barakah mereka kepadaku. Allaahumma Yaa Allah, kumpulkan antara kami apa yang Engkau kumpulkan dengan kebaikan, dan pisahkan antara kami jika Engkau memisahkan menuju kebaikan. Amiin.
 

Usai shalat sunat mutlak ini, boleh kau elus kepala istrimu, malah engkau Yunni, saat itu, boleh kau cium tangan suamimu. Boleh kalian menggumamkan kalimat-kalimat cinta ketika itu.

Setelah itu semua selesai, lebih afdhal kalau engkau Adiet shalat Isya di masjid berjamah, karena buat seorang laki-laki lebih utama shalat fardhu itu dilakukan di masjid secara berjamah, kecuali shalat sunnat itu harus lebih banyak di rumah, tetapi setelah selesai shalat Isya berjamaah dan berdzikir secukupnya, segeralah engkau pulang ke rumah.
 

Dan ketika itulah, engkau Yunni, seyogyanya berpenampilan untuk membuat seorang suami senang, penuh pesona, dengan parfum yang segar, jangan terbalik, engkau memakai parfum hanya untuk keluar rumah, karena justru seharusnya buat seorang wanita, ketika di rumah berduaan dengan suaminyalah, ia seharusnya memakai parfum.

Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir : Sebaik-baik isteri adalah jika kamu memandangnya membuat hatimu senang, jika kamu perintah dia mentaatimu, dan jika kamu tinggal maka dia akan menjaga untukmu harta dan dirinya.

Malah lebih tegas lagi disebutkan dengan hadits yang berbunyi begini :
 
"Warawal haakimu min hadiitsi mu 'aadzin, anna rasulullaahi shalallaahu 'alaihi wasallam qaala : Lau amartu ahadan ay yajuda li ahadin, la amartul mar ata, an tasjuda lizau jihaa min 'izhami haqqihi 'alaihaa. Walaa tajidum ra -atu, halaawatul iimaani hattaa tuwad diya haqqa zaujihaa, wa lau sa alahaa nafsahaa, wa hiya 'alaa zhahri qatabin."
 

Hakim meriwayatkan hadits dari Mu 'adz, bahwasanya Rasulullaah Saw, bersabda : "Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang agar sujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan orang perempuan agar supaya dia sujud kepada suaminya, karena beratnya hak suami atas isterinya. Dan seorang perempuan tidak akan mendapatkan manisnya iman, sehingga ia memenuhi hak suaminya, meskipun suami itu meminta dirinya untuk digauli, padahal dia sedang berada di atas sandaran punggung unta".

Ridha suamimu adalah surga buatmu, Yunni.

Dan sebagai penguat untuk seorang suami, Bapa khususkan buatmu Adiet, sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi berbunyi begini :
 

" 'an abii hurairata radhiyallaahu 'anhu qaala, qaala rasuulullaahi shallallaahu 'alaihi wasallam, akmalul mu-miniina iimaanan ahsanuhum khuluqaan, wa khiyaa rukum, khiyaa rukum linisaa -ihim".

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Orang mu-min yang paling sempurna imannya yaitu orang yang paling baik budi-pekertinya di antara mereka. Dan orang yang paling baik di antara kamu sekalian yaitu orang yang paling baik terhadap istrinya.

Setelah itu semua selesai, barulah, kalian nyanyikan melodi cinta yang paling indah dalam sejarah percintaan umat manusia, dengan mengharap pahala jihad fii sabilillah, dan mengharap lahirnya generasi pilihan yang selalu bertasbih dan mengagungkan asma Allah Azza wa Jalla, dimana saja mereka berada.
 

Untuk mengawalinya dimulailah dengan do'a :
 
"Bismillaahi, Allaahumma janibnasy syaithaana, wa janibnisy syaithaana maa razaqtanaa.

Dengan Asma Allah. Allaahumma Yaa Allah, jauhkanlah kami dari syaithaan, dan jauhkanlah syaithaan dari apa yang Engkau berikan kepada kami.

Jika semua bimbingan ini dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan keimanan kepada Allah SWT oleh kalian berdua, Insyaa Allah, hasilnya seperti yang tertuang dalam surat Ar Rahman, 57, 58, 59, 60.
 

"Fabiayyi aalaa -i rab bikumaa tukadz dzibaan, Ka annahunnal yaaquutu wal marjaan, Fabiayyi aalaa -i rab bikumaa tukadz dzibaan, hal jazaa -ul ihsaani illal ihsaan".

Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan
Seakan bidadari itu permata yakut dan marjan
Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.

Setelah semua prosesi itu selesai dilaksanakan, jangan lupa mandi janabat, jangan anggap enteng thaharah ini, karena akan menjadi langkah awal untuk melaksanakan ibadah shalat selanjutnya, salah langkah dalam mandi janabat nanti, salah pula seluruh peribadahan shalat yang engkau laksanakan selanjutnya. kalian mulai dengan berwudhu dahulu, selanjutnya buat sang suami seluruh kepala harus diguyur air, sedangkan buatmu Yunni sebagai seorang istri, cukup membasahi ubun-ubunmu sampai basah.

Ananda berdua yang Bapa sayangi, serta ibu-bapa hadirin sekalian rahimakumullah.
Kenapa saya sampai menyampaikan perihal mandi janabat ini, karena pengalaman, ketika melaksanakan ibadah haji dulu, ada cerita seorang jamaah ketika itu, setelah sampai di Masjidil Haram, beliau ini tidak bisa melihat dimana letaknya Ka'bah yang agung itu, padahal semua orang sudah menangis terisak-isak di depan Ka'bah begitu pertama kali melihatnya, orang ini kebingungan, dia tidak bisa melihat Ka'bah ada dimana, dalam kebingungannya dia mengingat-ngingat dosa dan kesalahan apa yang telah diperbuatnya selama di tanah air dulu, ternyata yang terbersit dalam pikirannya adalah, ketika selesai berjima' dengan istrinya beliau tidak pernah mandi janabat, Masyaa Allah, menyadari kesalahannya ini, dia bertaubat kepada Allah seketika itu, dia bersujud memohon ampun kepada-Nya, dia menangis tersedu-sedu, menyesali perbuatannya. selesai bersujud, ketika menengadahkan kepalanya, ternyata Ka'bah ada persis didepan matanya. Allaahu Akbar.

Ananda berdua yang Bapak sayangi, ibu bapak rahimakumullah.
 
Langkah berikutnya dalam kehidupan berkeluarga nanti, adalah sang suami mendidik istrinya, kelihatannya gampang padahal sangat sulit sekali, Nabi Luth pun dulu kesulitan untuk mendidik istrinya, begitu juga Nabi Nuh, kesulitan mendidik istrinya, sebagai contoh kasus saja, pernah di Bandung ini dulu ada ulama kondang, yang sangat dicintai oleh para jamaahnya, tetapi kadang-kadang para jamaah ini seringkali bisik-bisik akan perilaku sang istri dari ulama kondang ini, ternyata sang istri tersebut, banyak jamaah yang menyebutnya "kurang santun" katanya. Sang ulama hanya pandai mendidik orang lain, mendidik istrinya, ternyata tidak berhasil.

Nah, kesulitan mendidik sang istri inipun mungkin masih dirasakan oleh Bapak-bapak yang hadir saat ini. Saya jadi teringat akan ceramahnya Pa Miftah Faridh dulu, ketika ceramah di Jl. Marga Jaya IV, suatu hari katanya, seorang suami menegur istrinya : "Mamah ! Jangan bertingkah seperti itu, tidak baik, termasuk riya, perilaku seperti itu teh".

Apa jawab sang istri : "Akh Bapak mah kuno, kurang pergaulan, Bapak yang sombong mah, bukan Mamah, Bapak yang riya mah, bukan Mamah, Bapak teh seharusnya mah mendorong istri, jangan malah mengkritik saja, gaul atuh Pak, gaul...., akh.... terus sagala, macam disebut, kalau tadi sang Bapak hanya satu kalimat saja, sang istri menjawabnya sampai 18 kalimat, malah lebih katanya.
 

Akhirnya, sang suami tidak mau lagi menegur, jika sang istri berbuat kesalahan, sang suami tidak mau lagi meluruskan jika sang istri bertindak tidak pada tempatnya.
 

Mau salah mau benar, "sabodo teuing", kata Pa Sihotang, wis...... karepmu, kata orang Jawa.

Padahal sebahagian hadits tadi, Sabda Nabi : "Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang agar sujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan perempuan agar supaya dia sujud kepada suaminya, karena beratnya hak suami atas isterinya".
 

Atau bisa saja terjadi, ketika sang suami meminta istrinya untuk memasangkan kancing kemejanya yang copot, misalnya, sang istri malah balik berkata, "Teu ningali yeuh Mamah sakieu riweuhna, jaba masak, jaba kukumbah, jaba nyeuseuh" terus ........ segala macam disebut, akhirnya sang suami tidak mau lagi menyuruh istrinya.

Sang istri, yang tidak pernah lagi disuruh-suruh oleh sang suami, tidak pernah lagi ditegur jika dia punya kesalahan, malah merasa senang, sambil berucap : "Tah kitu, ngecos-ngecos wae mah ku sorangan, Nabi ge kapan ku sorangan ngecos-ngecos bae mah". Malah diobral di tempat arisan :"Suami saya mah begitu baiknya, kalau saya pulang dari mana-mana teh, tidak pernah marah lagi seperti dulu, malah sekarang mah enak, si Bapak teh jarang nyuruh lagi sama saya, malah nyuci pakaian ge, sekarang mah dia nyuci sendiri".

Kata Ustadz Hilman Rosyad ketika ceramah disini dulu, kalau sudah terjadi begini, hati-hati, bakal ada sederetan wanita lain yang akan ngantri, untuk membantu suami Ibu, mangecoskeun kancing kemejanya yang copot.

Jika saja kata ibu teh, "Akh jika seperti itu terjadi, senjatana mah gampang, pura-pura we menta diserahkeun, da yakin, si Bapana moal wanieun".

Mending jika tidak berani, bagaimana kalau bicaranya sama suami yang saruana, lalu dia jawab :"Atuh maneh menta diserahkeun mah, aing numpeng".

Nah, begitu beratnya, begitu sulitnya mendidik keluarga, tapi jika kita bercermin kepada keluarga Nabi, Siti Khadijah Al Qubra begitu kayanya beliau, begitu cantik jelitanya beliau, tetapi terhadap suaminya, begitu santunnya, begitu menghormatinya.

Ananda berdua yang Bapak sayangi, hadirin rahimakumullah.
Berikutnya yang ingin Bapak sampaikan, seperti Lukmanul Hakim mendidik anaknya tadi, adalah jauhi sifat sombong dan takabur, jauhi sifat riya, karena sangat samar sekali kesombongan itu bercokol didalam dada. Sampai Nabi bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim : "Barang siapa dalam hatinya ada sifat kesombongan, walau sekecil biji sawi, dia tidak bisa masuk kedalam surga".
 

Saya punya kasus bagini : "Seorang Bapak yang mempunyai anak, kebetulan si anak ini sukses secara materi di Jakarta, dibanding kehidupan Bapaknya di Bandung, suatu hari sang anak pulang ke Bandung ke rumah Bapaknya, disini dekat, di daerah Leuwipanjang, karena masa remaja saya di daerah Leuwipanjang sana, sang anak ini tentu saja datangnya ke Bandung dengan membawa kendaraan yang mulus dan masih baru, nah ceritanya, karena rumah bapaknya ini masuk ke gang didalam, dan tidak ada garasi mobilnya, tentu saja, kendaraan sang anak itu harus diparkir di jalan Leuwipanjang sana.

Ketika malam tiba, sang anak merasa khawatir mobil barunya ini ada yang nyuri, atau paling tidak, mobil barunya ini ada yang membongkar, karena di daerah Leuwipanjang sana, terkenal daerah sangar katanya, karena kekhawatiran seperti itu, lalu si anak bicara sama bapaknya.

"Bapak, malam ini, Bapak tidur saja di mobil, sambil nungguin mobil, takut ada yang nyuri".

Sang Bapak pun menurut perintah anaknya, selama sang anak di Bandung, selama itu pula sang Bapak tidur didalam mobil anaknya.
 

Akhirnya, setelah tiga hari ada di Bandung, sang anak pun kembali pulang ke Jakarta.
 

Ternyata sepulangnya sang anak, si Bapak malah jatuh sakit, akibat dia tidur selama tiga malam didalam mobil. Subhanallah.

Nah, dari cerita itu, camkan oleh kalian ananda berdua, Bapak tidak akan bangga, kalau nanti seandainya kalian sukses secara materi, siapa tahu kalian bawa mobil bagus, masuk ke Komplek Cibolerang ini, tetapi berperilaku seperti anak kawan Bapak tadi, karena cerita tadi betul-betul teralami oleh kawan Bapak dengan anaknya, di Jalan Leuwipanjang sana.

Hal seperti itu sebenarnya tidak perlu terjadi, apabila sang anak yang sukses ini, tidak dihinggapi penyakit riya dihatinya, karena ada penyakit kibir di hatinya, sehingga dia tidak merasakan lagi bahwa yang disuruhnya itu Bapaknya, dia hanya merasakan bahwa bapaknya bisa disuruh seperti itu.

Satu lagi contoh konkrit, disini di Masjid Baitul Muttaqin, ada Pa Sihotang yang seringkali memberikan tausyiah, tiap Shubuh. Dalam menyingkap kesombongan ini, beliau selalu memberikan contoh begini : "Misalnya, saya. misalnya Pa Maman katanya, ketika khutbah di mimbar, entah itu khutbah Idul Fitri, ataupun khutbah Idul Adha, suatu saat, begitu selesai berkhutbah, beberapa orang jamaah ada berguman, wiiiih......hebat betul yah, khutbahnya Pa Maman".
 

Lalu kedengaran sama Pa Maman, bagaimana kata Pa Maman : "Aiiiiing ...... tea",

Nah, jawaban seperti ini, seperti kata Nabi tadi, "dia tidak bisa masuk ke dalam surga". Karena kesombongan terlalu bercokol didalam dadanya.

Karena jawaban yang harus disampaikannya ketika itu, adalah : Alhamdu...........lillah, segala puji hanya bagi Allah semata.

Tapi sayang, ada gerak tubuh, atau disebut olah tubuh oleh para pemain teater, ketika seseorang mengucapkan "Alhamdulillah" dibibirnya, tetapi olah tubuhnya dan tingkah lakunya, persis seperti ia mengucapkan "Aiiiing..... tea".

Ini bahaya, bibirnya Alhamdulillah, tapi gayanya "Aiiiing...... tea". Begitu tipisnya kesombongan bercokol didalam hati manusia.

Buat kalian berdua, terutama buatmu Adiet, untuk meredam kesombongan ini, caranya adalah, sering-seringlah bergaul dengan jamaah masjid, sering-seringlah ittikaf di masjid, karena di masjidlah, seringkali ada orang yang mengingatkan kita, jika langkah kita ada yang sedikit kurang pada tempatnya.
 

Ibu-bapak hadirin sekalian ikhwatul iman rahimakumullah.
Seperti di awal tadi, materi yang saya sampaikan kali ini, awalnya khusus buat anak-anak kami tercinta, yang akan menghadapi kehidupan berkeluarga nanti, tetapi siapa tahu inipun dapat kita pergunakan, oleh para pengantin yang sudah basi seperti kita, untuk mengingatkan kembali saat-saat indah, bulan-madu kita dahulu.
 

Dan siapa tahu hal-hal yang saya sampaikan tadi, tidak pernah kita lakukan dahulu, bersama suami kita, bersama istri kita dahulu.

Kalau terjadi seperti itu, marilah kita yang berkumpul saat ini di masjid Baitul Muttaqin ini, untuk mengulangi saat-saat indah itu, seperti yang dicontohkan Nabi tadi.
 

Karena saya yakin, jika hal-hal yang saya sampaikan tadi, kita laksanakan lagi nanti malam, oleh kita para pengantin yang sudah basi ini, mudah-mudahan saya berharap, dapat menjadikan sebagai perekat kembali, perasaan cinta kita terhadap pasangan kita masing-masing, kita renda kembali hubungan kita bersama istri kita, bersama suami kita, yang kadang-kadang sudah mulai kita lupakan keindahannya, mudah-mudahan saja, kepada pasangan yang akan melaksanakannya nanti, akan menghasilkan seorang anak yang soleh dan shalehah, seperti harapan kita semua.

Untuk itu, ingin saya mengulang kembali langkah-langkahnya.
Sebelum shalat Maghrib tiba, sang suami membimbing istrinya, untuk membaca Basmallah, dengan segenap penghayatan akan ke Maha Rahmanan Alah, akan ke Maha Rahiman Allah, sang suami memegang ubun-ubun istrinya, serta mengecup ubun-ubun istrinya dengan penuh kasih sayang, sambil berdo'a :
 

"Allaahumma, inni as -aluka min khairihaa, wa khairi maa jabal tahaa, wa a 'udzubika min syarrihaa, wa syarri maa jabaltahaa".

Yaa Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan wataknya. Dan aku mohon perlindungan-Mu dari kejahatannya dan kejahatan wataknya.
 

Dan sang istri meng-aminkan do'a yang dibisikkan oleh suaminya pada saat itu.
Setelah itu, sang suami melanjutkan dengan do'a : "Baarakaallaahu likulli waahidin minna shaahibihi.
 
Semoga Allah memberkati masing-masing diantara teman hidupnya.

Selesai berdo'a seperti itu, lalu keduanya mengambil air wudhu, dan laksanakanlah shalat Maghrib berjamaah berdua, suami menjadi imam dan ma'mumnya sang istri, setelah shalat Maghrib berdua berjamah, boleh sang suami membaca dzikir, boleh juga mendirikan shalat sunnat ba'diyah, boleh membaca wiridz dan do'a, tapi nanti menjelang Isya, sang suami mengajak lagi istrinya untuk shalat sunat mutlak bersama, sebagaimana dilakukan para salafush shalih, agar pernikahan selama ini penuh barakah.
 

Selesai shalat sunat mutlak ini sang suami membaca do'a :
"Allaahumma ijma' bainana, maa jama'ta bi khaiir, wa farriq bainana idzaa farraqtaa ilaa khaiir".
Alaahumaa Yaa Allah, berkahilah bagiku dalam keluargaku, dan berilah barakah mereka kepadaku. Allaahumma Yaa Allah, kumpulkan antara kami apa yang Engkau kumpulkan dengan kebaikan, dan pisahkan antara kami jika Engkau memisahkan menuju kebaikan. Amiin.
 

Usai shalat sunat mutlak ini, sang suami mengelus kepala istrinya, dan saat itu sang istri boleh mencium tangan suaminya, yang saya yakin belum pernah ibu lakukan seumur hidup terhadap bapak, terhadap suami ibu, kalah oleh istri tukang ojek, seperti cerita saya dulu. Boleh saling menggumamkan kalimat-kalimat cinta ketika itu.

Setelah itu semua selesai, sang suami shalat Isya di masjid berjamah, setelah selesai shalat Isya berjamaah di masjid dan berdzikir secukupnya, segeralah pulang ke rumah.
 

Dan ketika itulah, sang istri, sudah berpenampilan untuk membuat seorang suami senang, penuh pesona, dengan parfum yang segar, Ridha suami ibu, adalah surga buat ibu.

Setelah itu semua selesai dipersiapkan, barulah suami istri menyanyikan melodi cinta yang paling indah dalam sejarah percintaan umat manusia, dengan mengharap pahala jihad fii sabilillah, dan mengharap lahirnya generasi pilihan yang selalu ber tasbih dan mengagungkan asma Allah Azza wa Jalla, dimana saja mereka berada.
 

Dimulai dengan do'a : "Bismillaahi, Allaahumma janibnasy syaithaana, wa janibnisy syaithaana maa razaqtanaa.

Dengan Asma Allah. Allaahumma Yaa Allah, jauhkanlah kami dari syaithaan, dan jauhkanlah syaithaan dari apa yang Engkau berikan kepada kami.

Insyaa Allah, hasilnya seperti yang tertuang dalam surat Ar Rahman, 57, 58, 59, 60. 
"Fabiayyi aalaa -i rab bikumaa tukadz dzibaan, Ka annahunnal yaaquutu wal marjaan, Fabiayyi aalaa -i rab bikumaa tukadz dzibaan, hal jazaa -ul ihsaani illal ihsaan".
Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan
Seakan bidadari itu permata yakut dan marjan
Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.

Setelah semua prosesi itu selesai dilaksanakan, jangan lupa mandi janabat, jangan anggap enteng thaharah ini, karena akan menjadi langkah awal untuk melaksanakan ibadah shalat selanjutnya, salah langkah dalam mandi janabat nanti, salah pula seluruh peribadahan shalat yang dilaksanakan selanjutnya.
 

Hadirin yang berbahagia.
Itu saja yang bisa saya sampaikan, tentu saja saya yakin, masih banyak kekurangannya, itu semua karena kekurangan saya semata-mata, jika pun ada yang benarnya, ketahuilah, bahwa kebenaran hanya milik Allah semata, semoga kekurangan dan kesalahan saya selama tadi, Allah dapat mengampuninya.

Paling akhir, saya ingin menyampaikan do'a untuk ananda berdua calon mempelai.
Allaahumma shalli 'alaa sayyidina Mauhammad wa 'alaa aalli sayydina muhammad.Amiin Yaa Allah Yaa Rabbal 'aalamiin. 

Yaa Allah Yaa Rabbana, limpahkanlah anugerah-Mu kepada kami, kelilingilah kami dengan kasih-sayang-Mu, jadikanlah pernikahan anak kami nanti, pernikahan yang penuh barokah dan terpelihara.
Janganlah Engkau jadikan keduanya perpisahan dan pertengkaran.
Cukupilah keduanya dari kebutuhan dunia dan kebutuhan akhiratnya.
Yaa Allah Yaa Rabbana, karuniakanlah kepada mereka keturunan yang shaleh dan shalehah. Lapangkanlah rezeki mereka, dan jadikanlah keduanya sebagai hamba-hamba-Mu yang shaleh.
Yaa Allah Yaa Rabbana, jadikanlah pernikahan mereka nanti seperti pernikahan Nabi Adam dan Siti Hawa, jadikanlah pernikahan mereka nanti seperti pernikahan Jungjunan kami Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khadijah Al Qubra, jadikanlah pernikahan mereka nanti seperti pernikahan Shahabat Ali Radiyallahu Anhu dengan Siti Fatimah Az Zahra.
Allaahumma Yaa Allah, Yaa Rabbana, Berkatilah pernikahan anak kami ini nanti dan satukan mereka didalam kebaikan.

Allaahumma bifadl lika 'ummanaa, wa biluth fika huffanaa, waj 'al haadzal 'aqda 'aqdaan mubaarakan ma'shuumaa, wa alif bainahumaa ulfatan, wa qaraaran daa-imaa, walaa taj 'al bainahumaa furqatan, wa firaaran wahusshuumaa, wak fihimaa mu-natad dun-yaa wal aakhirah

Allaahumma innaa nas-aluka an tulqiya bainahumal mahabbata wal widaada, wa an tar zu qahuman naslash shaaliha minal banaati wal aulaad, hattaa turiyahumal asbatha wal ahfaad, wa an tah fadhahumaa mim makaa yidil khalqi ajma'iin, wa an tuwas si'a lahumar rizqa, wa an taj 'alahumaa min 'ibadikash shaalihiin.
Allahumma inna nas -alukal 'aafiyata wa dawaamal 'aafiyah, wasy syukra 'alaal 'aafiyah.
Allaahumma allif bainahumaa kamaa allafta bainaa abiinaa Aadama wa umminaa Hawaa-a, wa allif bainahumma kama allafta bainaa sayyidinaa Muhammad Shalallaahu "alaihi wasallam, wa sayyidatinaa Khadijatal Kubraa, wa allif bainahumma kamaa allafta baina sayyidinaa 'Alii wa sayyidatinaa Fatimataz Zahra-i, wa allif bainahumaa kamaa allafta bainal maa-i wats tsalji.
Barakallaahu laka wa baraka alaika, wa jama'a bainakuma fii khaiir.
Wal hamdulillaahi rabbil 'aalamiin.
 
Amin Yaa Allah Yaa Rabbal 'Alamiin
Billaahit taufiq wal hidayah wal ibadah wal inayah.
 
Sub haanaka allaahumma wabihamdika, asyhadu allaa ilaa ha ilaa anta, asytaghfiruka wa aatubu ilaiik.
Wassallam u 'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.


Imbuhan(Afiksasi)


Imbuhan(Afiksasi)
Dalam bahasa Indonesia kita mengenal awalan (prefiks), sisipan(infiks) dan Akhiran (Sufiks)
Dalam pembahasan materi ini kopetensi yang harus diperoleh adalah :
1.
Siswa dapat menentukan jenis afiksasi.
2. Siswa dapat mengunakan imbuhan secara tepat dalam kalimat.
3. Siswa dapat menyebutkan arti (nosi).
4. Siswa dapat menyebutkan fungsi afiksasi.
I. Bahasa Indonesia mempunyai banyak imbuhan antara lain:
a. Prefiks ( me,ke,se,di)
b. Infiks (sisipan) contoh: el “tapak -> telapak
c. Konfiks (akhiran) an,kan,nya
NOSI (arti) Afiks
Dalam hal pemberian arti imbuhan saya mencoba memberikan satu konsep mudah-mudahan bermanfaat. Dalam buku-buku disebutkan banyak arti bahkan satu afiks bisa 10 s.d. 15 nosi.
Contoh:
1. a. Tetanggaku yang cantik itu bersalam setiap masuk rumah.
b. Tetanggaku yang cantik itu ……salam setiap masuk rumah.
c. Tetanggaku yang cantik itu memberi salam setiap masuk rumah.
Nosi ber pada kata bersalam adalah memberi
2. Paman mempunyai peternakan ayam.
Paman mempunya….ternak ayam.
Nosi Per-an adalah tempat
Jadi sebenarnya mencari arti sama halnya mencari pengganti imbuhan “ber” sehingga kalimat itu menjadi benar.
Fungsi Afiks
Perhatikan kalimat berikut:
Ika Bonita membesarkan anak-anaknya sendirian.
Fungsi me-kan pada kata membesarkan adalah :
Membesarkan “berasal dari kata besar)
besar adalah kata sifat
membesarkan adalah kata kerja

Jadi fungsi me-kan adalah : membentuk kata kerja dari kata sifat.
 Pokok pikiran adalah : Ide pokok dalam
 Kalimat Intransitif adalah : Kalimat yang predikatnya memerlukan Obyek

Tanda Koma (,)
1.
Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.

Misalnya:
·         Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
·         Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus memerlukan perangko.
·         Satu, dua, … tiga!
2.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.

Misalnya:
·         Saya ingin datang, tetapi hari hujan.
·         Didi bukan anak saya, melainkan anak Pak Kasim.
3a.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.

Misalnya:
·         Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
·         Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.
3b.
Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.

Misalnya:
·         Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
·         Dia lupa akan janjinya karena sibuk.
·         Dia tahu bahwa soal itu penting.
4.
Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.

Misalnya:
·         Oleh karena itu, kita harus berhati-hati.
·         Jadi, soalnya tidak semudah itu.
5.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.

Misalnya:
·         O, begitu?
·         Wah, bukan main!
·         Hati-hati, ya, nanti jatuh.
6.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
(Lihat juga pemakaian tanda petik, Bab V, Pasal L dan M.)

Misalnya:
·         Kata Ibu, “Saya gembira sekali.”
·         “Saya gembira sekali,” kata Ibu, “karena kamu lulus.”
7.
Tanda koma dipakai di antara(i) nama dan alamat,
(ii) bagian-bagian alamat,
(iii) tempat dan tanggal, dan
(iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

Misalnya:
·         Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Raya Salemba 6, Jakarta.
·         Sdr. Abdullah, Jalan Pisang Batu 1, Bogor
·         Surabaya, 10 mei 1960
·         Kuala Lumpur, Malaysia
8.
Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.

Misalnya:
Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949 Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakjat.
9.
Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.

Misalnya:W.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Yogyakarta: UP Indonesia, 1967), hlm. 4.
10.
Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

Misalnya:
B. Ratulangi, S.E.
Ny. Khadijah, M.A.
11.
Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.

Misalnya:
12,5 m
Rp12,50
12.
Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
(Lihat juga pemakaian tanda pisah, Bab V, Pasal F.)

Misalnya
·         Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali.
·         Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang laki-laki yang makan sirih.
·         Semua siswa, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, mengikuti latihan paduan suara.

Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma:
Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia.
13.
Tanda koma dapat dipakai—untuk menghindari salah baca—di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.

Misalnya:
Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.
Atas bantuan Agus, Karyadi mengucapkan terima kasih.

Bandingkan dengan:
Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.
Karyadi mengucapkan terima kasih atas bantuan Agus.
14.
Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.

Misalnya:
“Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim.
“Berdiri lurus-lurus!” perintahnya.

kata-kata bijak

KATA-KATA HIKMAH yang PATUT untuk TERUS DIRENUNGKAN


Tuhan yang Maha Baik memberi kita IKAN ,
Tetapi kita harus MENGAIL untuk mendapatkannya .
Demikian juga jika kita terus MENUNGGU waktu yang tepat,
Mungkin kita tidak akan pernah MULAI.
Mulailah sekarang…
Mulailah di mana kamu berada sekarang dengan APA ADANYA.
Jangan pernah pikirkan kenapa kita MEMILIH seseorang untuk DICINTAI
Tapi sadarilah bahwa CINTALAH yang MEMILIH kita untuk mencintainya.
PERKAWINAN memang memiliki banyak kesusahan,
Tetapi kehidupan LAJANG tidak selalu memiliki kesenangan .
BUKA mata kamu lebar-lebar SEBELUM menikah,
Dan biarkan mata kamu setengah TERPEJAM SESUDAHNYA .
Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya
Sama seperti membeli RUMAH karena lapisan CATnya.
Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah….
HATI seorang wanita .
Begitu juga PERSAHABATAN,
Prsahabatan adalah 1 JIWA dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya KESEHATAN,
nilainya baru kita sadari setelah kita KEHILANGANnya .
Seorang sahabat adalah yang dapat MENDENGARKAN lagu didalam hatimu
dan akan MENYANYIKAN kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya
Sahabat adalah ‘TANGAN’ Tuhan untuk menjaga Kita.
Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,
Tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain…
Tapi MENYESAL-lah jika orang itu MENYESAL bertemu dengan kamu.
Bertemanlah dengan orang yang suka membela KEBENARAN.
Dialah HIASAN dikala kamu SENANG dan PERISAI diwaktu kamu SUSAH
Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang TEMAN ,
Jika kamu mengharapkan seseorang TANPA KESALAHAN.
Karena semua manusia itu BAIK kalau kamu bisa MELIHAT kebaikannya
Dan MENYENAGKAN kalau kamu bisa MELIHAT keunikannya
Tapi semua manusia itu akan BURUK dan MEMBOSANKAN
Kalau kamu TIDAK bisa MELIHAT keduanya.
Begitu juga Kebijakan, KEBIJAKAN itu seperti CAIRAN,
Kegunaannya terletak pada PENERAPAN yang benar,
Orang PINTAR bisa GAGAL karena ia MEMIKIRKAN terlalu banyak hal,
Sedangkan orang BODOH sering kali BERHASIL dengan melakukan TINDAKAN tepat.
Dan KEBIJAKAN SEJATI tidak datang dari PIKIRAN kita saja ,
Tetapi juga berdasarkan pada PERASAAN dan FAKTA.
Tak ada seorang pun yang SEMPURNA.
Mereka yang mau BELAJAR dari kesalahan adalah BIJAK.
Menyedihkan melihat orang BERKERAS bahwa mereka BENAR
meskipun TERBUKTI SALAH.
Apa yang berada di BELAKANG kita dan apa yang berada di DEPAN kita
adalah perkara KECIL berbanding dengan apa yang berada di DALAM kita.
Kamu tak bisa mengubah MASA LALU….
Tetapi dapat menghancurkan MASA KINI dengan mengkhawatirkan MASA DEPAN .
Bila Kamu mengisi hati kamu dengan PENYESALAN untuk MASA LALU
dan KEKHAWATIRAN untuk MASA DEPAN,
Kamu tak memiliki HARI INI untuk kamu SYUKURI .
Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut,
berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju SUKSES



Naskah Panata Acara (MC Bahasa Sunda)


Naskah Panata Acara (MC Bahasa Sunda)
Pangersa bapa pupuhu sakola anu ku sim kuring dipihormat,
Pangersa Bapa miwah ibu guru anu ku sim kuring dipihormat,
Pangersa bapa miwah Ibu rawuh teteh oge kakang Alumni SMA Negeri 2 Ciamis anu ku sim kuring dipihormat,  
Langkung ti payun sumangga urang sanggakeun puji sinareng sukur ka Gusti nu maha suci rehna Alhamdulillah ku Rahmat sareng Inayah manten-Na , dina danget ieu urang sadaya dipaparin kasehatan  sareng ni’mat islam dugi ka urang sadaya tiasa tiasa kempel ngarium, patepung lawung paamprok jonghok di ieu patempatan dina ieu acara anu ku urang sadaya diantos-antos, nyaeta acara tepang sono Akbar SMA Negeri 2 Ciamis.
Solawat miwah salam mugia salamina ngocor ka jungjunan urang Nabi Agung Muhammad SAW, Ka kulawargina, ka para sahabatna, ka para tabi’in-tabi’ina dugi ka urang salaku umatna mugi di yaumil ahir kenging sapa’at ti manten-Na.
Hadirin sadaya hormateun sim kuring!
Nepangkeun wasta pu Siti Nur Azizah  Alumni angkatan 1993. Sim kuring ngadeg cumarios di payuneun hadirin sadaya wireh kapancenan salaku panata acara dina ieu acara, nyaeta acara tepang sono Akbar SMA Negeri 2 Ciamis ti kawit sakola ieu ngadeg dugi ka wanci ayeuna. Sim kuring neda widi tina kaweningan galih neda jembar setra manah seja nyanggakeun wilujeng sumping ka hadirin sadaya anu parantos kersa ngaluuhan ieu acara, sewu nuhun laksaketi kabingahan. Sumangga lalinggih dina tempat anu parantos disayogikeun. Mugia sing genah betah.
Anapon runtuyan acara tepang sono Akbar, nyaeta :
1.       Bubuka
2.       Ngaoskeun ayat suci Al-Qur’an dilajengkeun solawat nabi
3.       Kedal pamappag ti pupuhu panata calagara tepang sono Akbar
4.       Nembangkeun Nasyid
5.       Biantara pangbagea ti Bapa pupuhu sakola
6.       Biantara pangbagea ti pupuhu OSIS SMA N 2 CMS
7.       Biantara pangbagea ti wawakil Alumni
8.       Bewara forum alumni
9.       Do’a
10.   Panutup
Hadirin bapa miwah ibu rawuh teteh oge kakang Alumni anu ku sim kuring dipihormat!
Supados teu nyangkolong kana waktos , sumangga ieu acara urang buka ku maos basmallah sasarengan, bismillahirrahmanirrahim..
Mugia ku ngalangkungan aosan basmallah ieu kagiatan kenging barokah sareng rido Allah SWT.
Salajengna, sim kuring ngahaturanan ka saderek ..... kanggo maoskeun ayat suci Al-Qur’an dilajengkeun mingpin solawat nabi. Sumangga dihaturanan!
Hatur nuhun ka saderek ...... anu parantos ngaoskeun ayat suci Alqur’an  sareng mingpin solawat nabi, Tos lami acara tepang sono ieu di antos-antos, urang sadaya paturay tineung saparantos sakola tilu taun lamina nungtut elmu di SMA 2. Emut ka sakola, emut ka rerencangan saparakanca, emut ka bapa sinareng Ibu guru. Tangtos moal hilap.
Acara Salajengna nyaeta biantara pangbagea ti bapa pupuhu sakola. Sumangga kersana Bapa H. Endang Rachmat A. M.Pd. dihaturanan
......
Hatur nuhun ka Bapa H Endng Rahmat anu parantos ngadugikeun biantara pangbageana. Pamugi rupi-rupi piwejang sareng pepeling anu nembe didugikeun ku anjeuna, sing janten ranggeuyan mutiara, pibekeleun urang sadaya enggoning ngawangun kahirupan anu dipikahoyong.
Salajengna sumangga urang ngabandungan deui biantara pangbagea anu bade didugikeun ku pupuhu osis. Sumangga saderek Yogi K.P dihaturanan.
.........
Hatur sewu nuhun ka pupuhu Osis SMA n DUA Ciamis anu parantos ngadugikeu biantara kalayan singget mung teges maksadna.
Acara salajengna nyaeta biantaa pangbagea ti wawakil Alumni. Sumangga kersana bapak Sudrajat, dihaturanan.
Hatur sewu nuhun ka Bapak Sudrajat anu parantos ngadugikeun sababaraha kecap anu janten wawakil eusi tina manah alumni.
Hadirin sadaya hormateun sim kuring!
Saparantos ngabandungan biantara pangbagea, urang kupingkeun hariring nasyid anu bade dipintonkkeun ku group nasyid SMA Negeri 2 Ciamis anu janten kareureueusan di sakola SMA Negeri 2 Ciamis. Sumangga dihaturanan!
........

Hatur nuhun ka group nasyid SMA Negeri 2 Ciamis anu parantos maparin hariring nasyid anu kacida halimpuna. Alhamdulillah Group Nasyid ieu teh tos janten pinunjul dina lomba Nasyid sapriangan Timur. Mugia group Nasyid SMA Negeri 2 Ciamis langkung mekar, nyandak nami SMA Negeri 2 Ciamis langkung seungit. Amin ya Allah ya Rabbal ‘alamin.
Hadirin sadaya, sateuacan nincak kana acara inti, urang susun heula panitia forum Alumni dilajengkeun bewara hasil panyusunan. Sumangga pupuhu forum Alumni, Bapa sudrajat dihaturanan!
.....
Alhamdulillahirabbil A’lamin panitia forum Alumni parantos diwangun, ku kituna tiasa langkung gampil upami ngayakeun deui acara reuni.
Hadirin sadaya, cunduk waktosna kana acara anu diantos-antos ku sadayana nyaeta sawala antawis alumni pikeun kenging hiji kamufakatan anu bade dipingppin ku moderator. Sumangga kersana ibu Ramni dihaturana!
.......
Hatur nuhun ka Ibu Ramni anu paratos mingpin sawala, alhamdulillah urang sadaya parantos kenging hiji kamufakatan.
Bapa miwah ibu, kalih hadirin alumni sadaya anu sami rawuh!
Alhamdulillah acara demi acara parantos lekasan. Minangka acara pamungkas nyaeta ramah tamah. Nanging sateuacana urang pungkas heula ieu acara ku du’a. Sumangga bapa Ustad Mahmud Ramli dihaturanan kanggo mingpin du’a
............
Hatur nuhun ka kersana bapa Ustad Mahmud Ramli anu parantos mingpin du’a, mugia du’a urang sadaya di kobul ku AllaH swt. Amin.
Sumangga ieu acara urang pungkas ku aosan hamdalah. Alhamdulillahirabbil ‘alamin.
Ti simkuring, rupina sakitu anu kapihatur. Sim kuring ngahaturkaeun nuhun ka rerengrengan panitia OSIS anu parantos ngabantosan tina sagala rupi hal pikeun ngalancarkeun acara ieu, mugia kasaean sareng bantosan pangurus OSIS SMA Negeri 2 Ciamis di wales ku Alloh SWT. Amin. Hapunten bilih aya basa anu lkirang merenah. Bobo sapanon carang sapakan, luhur saur bahe carek, mugia kersa ngahapunten. Billahi taufik wal hidayah wassalamu’alaikum wr.wb.